Ulasan Buku Sukses Usaha Pembibitan MANGROVE
ULSAN BUKU
SUKSES USAHA PEMBIBITAN MANGROVE
Judul : Keuntungan Dan Manfaat
Bertanam Mangrove
Penulis : Ahmad Suryono
Jl. Wonosari Km 6,
Demblaksari RT 4, Baturetno, Banguntapan, Bantul,
Yogyakarta.
Tahun : 2013
Tebal : 232 Halaman + 14 Halaman
Perkata Dan Daftar Isi
Bahasa : Indonesia
Sampul : Latar Putih Dan Hijau
2.
Orientasi
Buku ini ditulis oleh Ahmad Suryono dan
diselesaikan di kampung halamannya, yakni di Madrasah Ibtidaiyah Negeri
Banyuwangi. Sementara itu, level pendidikan selanjutnya dilakoni di SMP Negeri
Banyuwangi. Jenjang studi berikutnya adalah di SMA Negeri Banyuwangi.
Buku ini memuatkan bagian yang mengupaskan
pedoman pembibitan dan penanaman mangrove cara praktis tetapi tanpa kehilangan
bobotnya. Muatannya mencangkup empat poin penting: membongkar manfaat dan
keuntungan mangrove. Buku ini sangat berguna bagi masyarakat penjaga mangrove
karena mangrovelah yang melindungi pantai agar garis pantai tetap stabil. Buku
ini sebagai pegangan bagi masyarakat yang melestarikan mangrove.
3.
Tahap tafsiran isi
a. Buku
ini memuatkan bagian yang menguraikan latar belakang keuntungan dan manfaat
bertanam mangrove, manfaat bertanam mangrove, eksplorasi fungsi hutan mangrove,
peranan ekologis mangrove, peranan sosial ekonomi mangrove, sukses dalam bidang
mangrove, dan juga mangrove untuk alternatif pembuatan makanan.
b. Keuntungan
dan manfaat bertanam mangrove yaitu menjaga garis pantai agar garis pantai
tetap stabil, melindungi pantai dan sungai dari bahaya erosi dan abrasi,
menahan badai atau angin kencang dari laut, menahan hasil proses penimbunan
lumpur sehingga memungkinkan terbentuknya lahan baru, menjaga wilayah
penyangga, serta berfungsi menyaring air laut menjadi air daratan yang tawar,
mengolah limbah beracun penghasil O2 dan penyerap CO2.
Ekosistem
hutan mangrove brsifat kompleks dan dinamis, namun labil. Dikatakan kompleks karena ekosistemnya disamping
dipenuhi oleh vegetasi mangrove, juga merupakan berbagai satwa dan biodata
perairan. Bersifat dinamis karena hutan mangrove dapat tumbuh dan berkembang
terus serta mengalami suksesi sesuai dengan perubahan tempat tumbuh alaminya.
Karena berada di perbatasan antara darat dan laut, maka hutan mangrove merupakan
ekosistem yang rumit dan mempunyai kaitan, baik dengan ekosistem daratmaupun
lepas pantai. Mangrove di indonesia mempunyai keragaman jenis yang tnggi yaitu
memiliki 89 jenis tumbuhan yang terdiri dari 35 jenis pohon, 5 jenis terna, 9
jenis perdu, 9 jenis liana, 29 jenis epifit, dan 2 jenis parasit (Nontji,
1987).
Upaya
merehabilitasi daerah pesisir pantai dengan penanaman jenis mangrove sebenarnya
sudah dimulai sejak tahun 90-an. Data penanaman mangrove oleh Departemen
Kehutanan selama tahun 1999 hingga 2003 baru trealisasi seluas 7.890 ha
(Dapartemen kehutanan, 2004), namun tingkat keberhasilannya masih sangat
rendah. Hutan mangrove meliputi pohon-pohon dan semak yang tergolong ke dalam 8
famli dan terdiri atas 12 genera tumbuhan berbunga, yaitu Avucenia, Sonneratia,
Ceriops, Rhizopora, Bruguiera, Xylocarpus, Lumnitzera, Snaeda, Aegiceras,
Aegiatilis, dan Conocarpus.
c. Indonesia adalah Negara kepulauan dengan
jumlah sekitar 17.508 pulau dan panjang pantai kurang lebih sekitar 81.000 km,
memilik sumber daya pesisir yang sangat besar baik sumber daya alam hayati
maupun non hayati. Sebagai salah satu ekosistem pesisir, hutan mangrove
merupakan ekosistem yang unik namun juga statusnya rawan dari pengerusakan.
Ekosistem ini mempunyai fungsi secara ekologis maupun biologis.
4. Evaluasi
a. Banyak
sekali keunggulan yang terkandung didalam buku ini. Mangrove sebagia besar sebagai pelindung
garis pantai agar tetap stabil, melindungi pantai agar tetap stabil, melindungi
pantai dan tebing sungai, mencegah terjadinya erosi laut serta sebagai
perangkap zat-zat pencemar dan limbah, mempercepat perluasan lahan, melindungi
daerah di belakang mangrove dari hempasan dan gelombang serta angin kencang,
mencegah intrusi garam (salt intrution) ke arah darat; mengolah limbah organik,
dan sebagainnya.
b. Akan tetapi buku ini juga bukan tanpa
kelemahan, satu ganjalan pertama dalam membaca buku ini disuguhi penjelasan
tentang teknik budidaya mulai dari pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan.
Dengan begitu, penjelasan yang diperoleh
bisa maksimal. Disamping itu tak lupa pula dikupas analisis usaha budidaya
mangrove ini dari segi permodalan.
c. Buku ini lebih tepat untuk para masyarakat yag
hidup di pesisir pantai untuk dijadikan pedoman. Agar masyarakat tersebut lebih
tau dalam lagi tentang mangrove kelibihan atau kekurangannya dan juga manfaat
mangrove.
d. Buku ini ditulis sebagai upaya
penyebaran dalam bagaimana cara penanaman mangrove, pemeliharaan mangrove, cara
pembibitan dan penanamannya, pembibitan mangrove dan pemeliharaan mangrove II,
pola rehabilitasi mangrove partisipative, mencegah kegagalan dalam penanaman
mangrove, dan Aneka spesies mangrove indonesia yang bisa ditanam.
5. Rangkuman
· Buku ini yang judulnya sukses usaha
pembibitan Mangrove, Didalam buku ini masyarakat indonesia memiliki pohon
mangrove yang luasnya antara 2,5 hingga 4,5 juta hektar, merupakan mangrove yang
terluas di dunia. Melebih Brazil (1,3 juta ha), Nigeria (1,1 juta ha) dan
Australia (0,97 ha) (spalding dkk, 1997 dalam noor dkk,1999). Di indonesia,
hutan-hutan mangrove yang luas terdapat di seputar Dangkalan Sunda yang relatif
tenang dan merupakan tempat bermuara sungai-sungai besar. Yakni dipantai Timur
Sumatra, dan pantai barat serta slatan Kalimantan. Di pantai Utara Jawa,
hutan-hutan ini telah lama terkikis oleh kebutuhan penduduknya tehdap lahan. Di
samping itu, tidak terhitung kegunaan dari mangrove. Karena itu, sangat layak
kita terjun dalam pembibitan mangrove, penanaman, dan pemeliharaannya. Buku ini
mengupas pedoman pembibitan dan penanaman mangrove, sekaligus pemeliharaannya.