Sabtu, 25 November 2017

Ulasan Buku Sukses Usaha Pembibitan MANGROVE


ULSAN BUKU

SUKSES USAHA PEMBIBITAN  MANGROVE
Judul               : Keuntungan Dan Manfaat Bertanam Mangrove
Penulis            : Ahmad Suryono
Penerbit          : Pustaka Baru Press
             Jl. Wonosari Km 6, Demblaksari RT 4, Baturetno, Banguntapan, Bantul,                                  
                         Yogyakarta.
Tahun             : 2013
Tebal              : 232 Halaman + 14 Halaman Perkata Dan Daftar Isi
Bahasa           : Indonesia
Sampul          : Latar Putih Dan Hijau

2. Orientasi
       Buku ini ditulis oleh Ahmad Suryono dan diselesaikan di kampung halamannya, yakni di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Banyuwangi. Sementara itu, level pendidikan selanjutnya dilakoni di SMP Negeri Banyuwangi. Jenjang studi berikutnya adalah di SMA Negeri Banyuwangi.
     Buku ini memuatkan bagian yang mengupaskan pedoman pembibitan dan penanaman mangrove cara praktis tetapi tanpa kehilangan bobotnya. Muatannya mencangkup empat poin penting: membongkar manfaat dan keuntungan mangrove. Buku ini sangat berguna bagi masyarakat penjaga mangrove karena mangrovelah yang melindungi pantai agar garis pantai tetap stabil. Buku ini sebagai pegangan bagi masyarakat yang melestarikan mangrove.
3. Tahap tafsiran isi
a.     Buku ini memuatkan bagian yang menguraikan latar belakang keuntungan dan manfaat bertanam mangrove, manfaat bertanam mangrove, eksplorasi fungsi hutan mangrove, peranan ekologis mangrove, peranan sosial ekonomi mangrove, sukses dalam bidang mangrove, dan juga mangrove untuk alternatif pembuatan makanan.
b.    Keuntungan dan manfaat bertanam mangrove yaitu menjaga garis pantai agar garis pantai tetap stabil, melindungi pantai dan sungai dari bahaya erosi dan abrasi, menahan badai atau angin kencang dari laut, menahan hasil proses penimbunan lumpur sehingga memungkinkan terbentuknya lahan baru, menjaga wilayah penyangga, serta berfungsi menyaring air laut menjadi air daratan yang tawar, mengolah limbah beracun penghasil O2 dan penyerap CO2.                                                                                                               
Ekosistem hutan mangrove brsifat kompleks dan dinamis, namun labil.   Dikatakan kompleks karena ekosistemnya disamping dipenuhi oleh vegetasi mangrove, juga merupakan berbagai satwa dan biodata perairan. Bersifat dinamis karena hutan mangrove dapat tumbuh dan berkembang terus serta mengalami suksesi sesuai dengan perubahan tempat tumbuh alaminya. Karena berada di perbatasan antara darat dan laut, maka hutan mangrove merupakan ekosistem yang rumit dan mempunyai kaitan, baik dengan ekosistem daratmaupun lepas pantai. Mangrove di indonesia mempunyai keragaman jenis yang tnggi yaitu memiliki 89 jenis tumbuhan yang terdiri dari 35 jenis pohon, 5 jenis terna, 9 jenis perdu, 9 jenis liana, 29 jenis epifit, dan 2 jenis parasit (Nontji, 1987).
Upaya merehabilitasi daerah pesisir pantai dengan penanaman jenis mangrove sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 90-an. Data penanaman mangrove oleh Departemen Kehutanan selama tahun 1999 hingga 2003 baru trealisasi seluas 7.890 ha (Dapartemen kehutanan, 2004), namun tingkat keberhasilannya masih sangat rendah. Hutan mangrove meliputi pohon-pohon dan semak yang tergolong ke dalam 8 famli dan terdiri atas 12 genera tumbuhan berbunga, yaitu Avucenia, Sonneratia, Ceriops, Rhizopora, Bruguiera, Xylocarpus, Lumnitzera, Snaeda, Aegiceras, Aegiatilis, dan Conocarpus.

c.      Indonesia adalah Negara kepulauan dengan jumlah sekitar 17.508 pulau dan panjang pantai kurang lebih sekitar 81.000 km, memilik sumber daya pesisir yang sangat besar baik sumber daya alam hayati maupun non hayati. Sebagai salah satu ekosistem pesisir, hutan mangrove merupakan ekosistem yang unik namun juga statusnya rawan dari pengerusakan. Ekosistem ini mempunyai fungsi secara ekologis maupun biologis.
4.       Evaluasi
 a.      Banyak sekali keunggulan yang terkandung didalam buku ini.  Mangrove sebagia besar sebagai pelindung garis pantai agar tetap stabil, melindungi pantai agar tetap stabil, melindungi pantai dan tebing sungai, mencegah terjadinya erosi laut serta sebagai perangkap zat-zat pencemar dan limbah, mempercepat perluasan lahan, melindungi daerah di belakang mangrove dari hempasan dan gelombang serta angin kencang, mencegah intrusi garam (salt intrution) ke arah darat; mengolah limbah organik, dan sebagainnya.
b.     Akan tetapi buku ini juga bukan tanpa kelemahan, satu ganjalan pertama dalam membaca buku ini disuguhi penjelasan tentang teknik budidaya mulai dari pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan. Dengan begitu,  penjelasan yang diperoleh bisa maksimal. Disamping itu tak lupa pula dikupas analisis usaha budidaya mangrove ini dari segi permodalan.
c.       Buku ini lebih tepat untuk para masyarakat yag hidup di pesisir pantai untuk dijadikan pedoman. Agar masyarakat tersebut lebih tau dalam lagi tentang mangrove kelibihan atau kekurangannya dan juga manfaat mangrove.
d.       Buku ini ditulis sebagai upaya penyebaran dalam bagaimana cara penanaman mangrove, pemeliharaan mangrove, cara pembibitan dan penanamannya, pembibitan mangrove dan pemeliharaan mangrove II, pola rehabilitasi mangrove partisipative, mencegah kegagalan dalam penanaman mangrove, dan Aneka spesies mangrove indonesia yang bisa ditanam.




5.     Rangkuman

·     Buku ini yang judulnya sukses usaha pembibitan Mangrove, Didalam buku ini masyarakat indonesia memiliki pohon mangrove yang luasnya antara 2,5 hingga 4,5 juta hektar, merupakan mangrove yang terluas di dunia. Melebih Brazil (1,3 juta ha), Nigeria (1,1 juta ha) dan Australia (0,97 ha) (spalding dkk, 1997 dalam noor dkk,1999). Di indonesia, hutan-hutan mangrove yang luas terdapat di seputar Dangkalan Sunda yang relatif tenang dan merupakan tempat bermuara sungai-sungai besar. Yakni dipantai Timur Sumatra, dan pantai barat serta slatan Kalimantan. Di pantai Utara Jawa, hutan-hutan ini telah lama terkikis oleh kebutuhan penduduknya tehdap lahan. Di samping itu, tidak terhitung kegunaan dari mangrove. Karena itu, sangat layak kita terjun dalam pembibitan mangrove, penanaman, dan pemeliharaannya. Buku ini mengupas pedoman pembibitan dan penanaman mangrove, sekaligus pemeliharaannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar